Pengaruh Ilmu Atha’ bin Abi Rabah

Sungguh, Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan manfaat kepada banyak orang dengan ilmu Atha’ bin Abi Rabah. Di antara mereka ada yang menjadi ahli ilmu yang handal, ada yang menjadi pengusaha dan lain-lain.

Imam Abu Hanifah An-Nu’man menceritakan pengalaman beliau: “Aku pernah melakukan lima kesalahan ketika melakukan manasik di Mekah, lalu seorang tukang cukur mengajariku. Peristiwa tersebut terjadi manakala aku bermaksud mencukur rambut karena hendak menyudahi ihram, maka aku mendatangi seorang tukang cukur, lalu aku bertanya: “Berapa upah yang harus aku bayar untuk mencukur rambut kepala?” Tukang cukur itu menjawab: “Semoga Allah memberikan hidayah kepada Anda, ibadah tidak mempersyaratkan itu, duduklah dan posisikan kepala sesuka Anda.” Aku pun merasa grogi dan duduk. Hanya saja ketika itu aku duduk membelakangi kiblat, maka tukang cukur tersebut mengisyaratkan agar aku menghadap kiblat dan aku pun menuruti kata-katanya. Yang demikian itu semakin membuat aku salah tingkah. Lalu saya serahkan kepala bagian kiri untuk dipangkas rambutnya, namun tukang cukur itu berkata: “Berikan bagian kanan.” Lalu aku pun menyerahkan bagian kanan kepalaku.

“Tukang cukur itu mulai memangkas rambutku sementara aku hanya diam memperhatikannya dengan takjub. Melihat sikapku, tukang cukur itu berkata: “Mengapa Anda diam saja? Bertakbirlah!” lalu aku pun bertakbir hingga aku beranjak untuk pergi. Untuk kesekian kalinya tukang cukur itu menegurku: “Hendak ke manakah Anda?” Aku katakan: “Aku hendak pergi menuju kendaraanku.” Tukang cukur itu berkata: “Shalatlah dua rakaat dahulu baru kemudian silakan pergi sesuka Anda.” Aku pun shalat dua rakaat, lalu aku berkata pada diriku sendiri: “Tidak mungkin seorang tukang cukur bisa berbuat seperti ini melainkan dia pasti memiliki ilmu.” Kemudian aku bertanya kepadanya: “Dari manakah Anda mendapatkan tata cara manasik yang telah Anda ajarkan kepadaku tadi?” Orang itu menjawab: “Aku melihat Atha’ bin Abi Rabah mengerjakan seperti itu lalu aku mengambilnya dan memberikan pengarahan kepada manusia dengannya.”

 

Dari buku “Mereka adalah Para Tabi’in”, penulis Dr. Abdurrahman Ra’fat Basya, penerbit Pustaka At-Tibyan, hal. 20-21.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s