Mengkritisi Pelatihan Aktivasi Otak Tengah

Belakangan ini tengah marak usaha bidang pendidikan anak dengan berbagai macam metode pendidikannya. Salah satu usaha pendidikan anak yang menarik dibahas di milis kita kali ini adalah tentang pendidikan anak dengan metode aktivasi otak tengah.

Metode ini merupakan suatu penemuan fenomenal dalam pendidikan anak. Teori penggunaan otak tengah telah banyak dikembangkan di dunia terutama di negara Jepang. Dan mulai marak di Indonesia akhir-akhir ini dengan biaya pelatihan yang cukup mahal, dan memakan waktu hanya selama 2 hari.

Bedanya pelatihan otak tengah dengan pelatihan otak lainnya adalah seorang anak yang telah diaktivasi otak tengahnya (Mid Brain Activated) dapat mempunyai kemampuan luar biasa seperti mampu melihat dalam mata tertutup, bahkan melihat benda di balik tembok semacam sulap yang tengah dilakoni oleh pesulap profesional. Bahkan seorang anak yang sudah dilatih pun bisa melakukan trik tersebut.

Tanggapan beberapa rekan milis mengenai bisnis dan metode pelatihan otak tengah ini dapat kita lihat dari salah satu milis di bawah ini.

Pelatihan Aktivasi Otak Tengah, Tiada Yang Lebih Baik Selain Metode Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam

Oleh Yogi (yogi@blsi.co.id)

Penelitian Sarah Wardhani, mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh program pascasarjana di Universitas Tokyo, Jepang.

Mengenai pelatihan aktivasi otak tengah yang sedang booming di Indonesia, secara hasil penelitian di laboratorium adalah menstimulasi otak dan dilihat efeknya terhadap tingkah laku ataupun responnya terhadap rasa takut. Klaim bahwa aktivasi otak tengah yang membuat otak tengah mereka terbuka tidak berdasarkan data ilmiah adalah sebagai berikut:

Mereka menyatakan bahwa “aktivasi” otak tengah (entah ini otak tengah yang mana, mesencephalo-kah), dengan alfa brain waves dapat membuat seseorang intelligence. Kalau saja mereka mengerti apa definisi intelegensia seseorang. Intelegensia tidak dapat dibuktikan hanya dengan seseorang bisa membaca dengan mata tertutup, atau dapat melihat benda yang terbatas penghalang.

Mereka menyatakan bahwa otak tengah harus “dibuka” untuk menjadi intelligence. Silakan baca referensi apakah seorang Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam, seorang Ibnu Sina, seorang Yahudi Einstein sekalipun mengalami pembukaan otak seperti mereka? Jawabannya tidak.

Mereka menyatakan bahwa cara “aktivasi” otak tengah dengan cara mereka berasal dari Jepang dan sudah terbukti 40 tahun. Saya tidak mendapatkan satu datapun bahwa anak-naka Jepang menggunakan metode ini. Sejauh saya berinteraksi dengan Society Neuroscience di Jepang ataupun Society of Neuroscience di dunia, tidak ada klaim yang sembarangan seperti itu. Analisis saya mengatakan mereka menggunakan teknik Indirect Hipnosis. Mereka menggunakan cara brainwave neurofeedback theraphy. Cara ini biasanya digunakan untuk pasien-pasien ADHD, parkinson, epilepsy, dan untuk orang-orang yang mengalami depresi sehingga ada efek menenangkan. Memang ada salah satu brainwave namanya alpha rhytm, dengan efek yang bisa membuat orang seperti terhipnosis dan bisa melakukan hal-hal yang tidak bisa kita sangka secara rasional, tetapi alpha rhytm itu sendiri memiliki side effect pola tidur yang tidak normal, sakit kepala, paranoia, dan banyak efek samping lain yang bisa terjadi. Yang saya tidak tahu ialah, apakah metode ini aman digunakan untuk orang normal. Bisa jadi hanya akan mengacaukan brain rhytm mereka di kemudian hari 5-10 tahun mendatang.

Hal ini memang tidak bisa ditinjau dari segi agama, misalnya adanya jin, atau adanya makhluk gaib. Jadi orang-orang yang pernah mencoba meruqyah orang yang telah menggunakan aktivasi otak tengah ini akan menemukan hasil negatif adanya jin.

Tetapi saya prbadi merasa khawatir kalau hal ini berlanjut menjadi sebuah cara pembodohan terhadap masyarakat. Saya hanya merasa berkewajiban memberitahu kepada orang yang tertarik dengan “aktivasi” otak tengah terutama jika ia seorang muslim. Tidak ada yang lebih baik untuk membuat buah hati kita menjadi cerdas selain dari metode Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendidik anak-anaknya dan para Sahabat untuk lebih dekat sama Allah Ta’ala melalui Al-Quran dan hadits. Jadi mohon pikir berkali-kali untuk menghabiskan jutaan rupiah untuk ikut training seperti ini.

Sumber: Majalah Pengusaha Muslim Edisi 8 Volume 1/15 Agustus 2001, hal. 73.

Advertisements

One thought on “Mengkritisi Pelatihan Aktivasi Otak Tengah

  1. Di Surakarta ada institusi dengan nama Al Fikr dengan alamat Jl.Ardo Dedali No.IA Tipes Serengan Surakarta atau kantor lama di Jl.Sadewa Surakarta.Pimpinan kantor adalah Pak Daldiyono dan Ibu Dewi.Saya heran mereka berani membuka program aktivasi otak tengah dengan nama GMG (Genius Mind Generation)padahal lisensinya atau izin resmi pendirian lembaga itu belum jelas/tidak ada.Hasil aktivasi otak tersebut sangat tidak memuaskan,banyak yang gagal.Anak dinilai tetap bodoh,perilaku bertambah tidak terkontrol,tantrum.Dan kantor cabang Al Fikr di Yogyakarta sudah ditutup akibat protes orang tua murid akibat efek negatif GMG.Tapi kantor di Solo belum ditutup.Mohon pihak yang berkompeten menyelidiki kasus ini hingga tuntas.Jika memang GMG membahayakan,tutup saja institusi pengelolanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s