100 Ide Cemerlang dalam Mendidik Anak


Oalah pren, lu salah posting apa ya? Judulnya itu lho, pengangguran banget sih?
Mimpi kali yee…angan-angan lu ketinggian, brur…hare gene udah mikirin anak segala. Merit aja belum, palagi mikirin anak.
Woy..woy…pikirin tuh kuliah ama kerja lu dulu, kok malah ngobrol2in anak segala…

Yah…bisa jadi “slentingan-slentingan” seperti inilah yang akan muncul ketika saya memposting artikel ini di milist lain. Tapi, saya yakin kok, kawan-kawan yang saya cintai dan saya banggakan ini tak akan se-“judes’ itu dalam menanggapi materi artikel ini. Sungguh, ini bukanlah sebuah upaya pengangguran atau isengisasi, tapi benar-benar saya ingin berbagi ilmu dan informasi bersama kawan-kawan semua.

Artikel ini sengaja saya sadur dan diringkas dari sebuah buku berjudul “100 Ide Cemerlang dalam Mendidik Anak” karya Iman Al-Mahdawi yang diterbitkan oleh penerbit Irsyad Baitus Salam, Bandung. Judul asli buku tersebut adalah 100 Fikrah Dzahabiyyah li Tarbiyyah Thiflik dengan penerbit asalnya adalah Dar Thayyibah li An-Nasyr wa At-Tauzi’. Bagi yang ingin tahu uraian pembahasan secara lengkapnya bisa contact saya.

Saya rasa buku tersebut (paling tidak ya ringkasan ini) sangat perlu diketahui dan dipahami oleh kita semua sebagai para calon orangtua yang akan membangun generasi emas masa depan. Siapa sih yang tak menginginkan untuk memiliki anak-anak yang sholih/sholihah, cerdas dan berhati lembut? Orangtua mana yang tak menginginkan anaknya bisa sukses dunia-akhirat, bahkan ia nantinya bisa menyelamatkan kedua orangtuanya di yaumil akhir berkat do’a-do’a anak yang sholih/sholihah tersebut? Ini bukanlah sesuatu yang tabu. Karena saya rasa ini lebih bermanfaat dari pada pembicaraan-pembicaraan lain yang kurang mengena dan membawa hasil.

Semoga kita semua nantinya bisa mengaplikasikan apa yang terdapat di dalam buku tersebut. Sungguh, anak yang sholih/sholihah terlahir dari seorang ibu yang sholihah pula. Lingkungan keluarga juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan sifat dan perilaku anak. Maka, buat para calon ibu atau bahkan yang sudah menjadi ibu, segeralah berbenah diri dengan meningkatkan kualitas iman dan taqwanya. Juga senantiasa untuk banyak belajar tentang dunia rumah tangga dan pendidikan anak dengan segala pernak-perniknya. Buat para calon ayah atau bahkan yang sudah menjadi ayah, di pundak kalian lah segala tanggung jawab nafkah dan kepemimpinan rumah tangga. Engkau kelak akan dimintai pertanggungjawaban tentang kepemimpinanmu itu. Maka, bekalilah dirimu dengan iman dan taqwa, dekatkanlah dirimu dengan Robbmu sedekat-dekatnya, jadilah seorang yang bijaksana, penyabar dan cerdas dalam menyelesaikan berbagai permasalahan. Mudah-mudahan Alloh Subhanahu wa Ta’ala meridhoi usaha kita semua.

Jakarta, 31 Maret 2008 at 10.40
The Ev.

*****

Anak merupakan dambaan orang tua. Kesuksesan anak dirasakan orang tua. Jerih payah orang tua akan terasa tertebus dan terobati, apabila melihat anaknya sukses.

Banyak faktor yang dapat mendukung kesuksesan anak; dan peran ibu khususnya berada pada posisi yang sangat utama. Selain harus dapat menjadi teman curhat yang baik, ia juga harus memiliki kreativitas untuk memilih berbagai langkah dan sikap jitu dalam rangka menjadikan putra-putrinya sukses dan menjadi harapan orang tuanya, baik dalam membentuk kepribadiannya maupun membiasakan berbagai kebaikan padanya.

Apa sajakah langkah-langkah yang harus ditempuh orang tua untuk menjadikan putra-putrinya sukses dunia akhirat? Dan ide seperti apakah yang dapat mengantarkan mereka ke sana?

Buku ini cukup representatif untuk dijadikan pedoman meraih tujuan tersebut. Simak dan terapkan dengan baik. Semoga kesuksesan menyertai putra-putri Anda. Amiin!!!

*****

Apa yang tertulis dalam buku ini merupakan rangkaian bunga yang saya petik dari “taman-taman” kehidupan. Ia merupakan hasil dari sejumlah kajian, eksperimen dan pengalaman. Tanamlah bunga-bunga itu di rumah Anda, lalu perhatikanlah dengan baik perkembangan dan pertumbuhannya.

Iman Al-Mahdawi

100 Ide Cemerlang dalam Mendidik Anak

Memperkuat Keimanan Anak

1. Buatlah hati anak selalu berhubungan dengan Alloh Subhanahu wa Ta’ala.
2. Berusahalah agar anak Anda merasa selalu berada di bawah pengawasan Alloh Subhanahu wa Ta’ala, kapan dan di mana pun dia berada.
3. Berusahalah agar pengarahan-pengarahan yang ditujukan kepada anak didasarkan pada Kitabulloh dan Sunnah Rosul-Nya.
4. Tanamkanlah rasa hormat kepada Al Qur’an Al Karim dalam hati anak.
5. Berusahalah agar suasana rumah Anda menjadi harum.
6. Ajarilah anak tentang dzikir-dzikir dan etika-etika Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam.
7. Berusahalah agar anak selalu berhubungan dengan para syaikh (guru agama).

Mengarahkan Perilaku Anak

8. Buatlah anak terbiasa melakukan kebaikan.
9. Berilah sejumlah pengarahan, tugas ataupun perintah kepadanya secara bertahap.
10. Pilihlah waktu yang tepat untuk memberikan pengarahan kepada anak.
11. Berbicaralah kepada anak secara terus terang dan jelas, tanpa berbelit-belit atau berkelok-kelok.
12. Gunakan peristiwa-peristiwa tertentu sebagai media dalam mendidik anak.
13. Biasakanlah anak untuk menghormati perasaan orang lain dan bantulah dia untuk mengetahuinya.
14. Bantulah anak dalam mempelajari (mengenal) hak-hak dan kewajiban-kewajibannya.
15. Ajarkanlah kepada anak sifat amanah.
16. Mintalah pendapat anak setelah usianya mencapai 4 tahun dan berdiskusilah dengannya dalam mengambil sejumlah keputusan yang berhubungan dengan dirinya.
17. Ajarkanlah kepada anak cara-cara untuk mengatasi rasa bosan (jemu).
18. Ajarilah anak agar mau bersabar dalam menunggu sesuatu.
19. Dalam membina perilaku anak, tentukanlah cara-cara tertentu yang sesuai dengan tingkat usianya.
20. Jangan memberikan perhatian yang berlebihan kepada anak.
21. Ajarilah anak cara mengontrol diri.
22. Ajarilah anak sikap menghormati dan menghargai orang tuanya.
23. Bantulah menemukan teman yang sholih.

Sepuluh Larangan untuk Orang Tua

24. Janganlah Anda berinteraksi dengan anak dengan cara yang digunakan oleh kedua orang tua Anda ketika berinteraksi dengan Anda, tanpa berpikir terlebih dahulu tentang baik buruknya.
25. Jangan Anda lontarkan satu pertanyaan pun atau jangan Anda berikan satu komentar pun yang bersifat tidak langsung ketika Anda memerintahkan kepada anak untuk melakukan sesuatu. (Footnote: Ini hanya terbatas untuk perintah-perintah yang sudah jelas saja, sebab pada saat-saat tertentu, metode seperti itu justru diperlukan.
26. Jangan lupa untuk selalu mengarahkan perilaku anak Anda, bahkan saat dia sedang bersenang-senang atau bergembira.
27. Jangan jadikan anak selalu berusaha untuk menghindari berbagai macam tantangan dalam kehidupan sehari-harinya.
28. Janganlah Anda memberikan pujian kepadanya secara berbarengan dengan pemberian celaan atau ejekan.
29. Janganlah Anda mendiskusikan masalah-masalah yang dihadapi anak di hadapan orang-orang lain.
30. Janganlah Anda marah dan berusahalah untuk bersikap tenang.
31. Jangan perlhatkan kepadanya rasa putus asa Anda dalam memperbaiki kepribadian atau perilaku anak.
32. Jangan berlebihan dalam memuji anak.
33. Jangan berlebihan dalam memanjakan anak dan menuruti semua permintaannya.

Berpikiran Positif dan Berusaha Memotivasi Anak Agar Sukses

34. Ajarkanlah anak untuk berpikir positif dengan memulai dari diri Anda untuk berpikir positif.
35. Buatlah anak memahami bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya.
36. Ajarkanlah kepada anak untuk dapat menjadikan impiannya menjadi kenyataan.
37. Bisikkanlah hal-hal positif kepada dirinya.

Memupuk Rasa Percaya Diri Anak

38. Panggillah anak dengan panggilan julukan.
39. Buatlah dia menghargai dirinya sendiri dan yakin akan kemampuannya sendiri.
40. Buatlah dirinya merasa percaya diri dan dihargai (dihormati).
41. Biarkanlah anak memilih bajunya sendiri.
42. Berikanlah tugas-tugas yang ringan terlebih dahulu kepada anak.
43. Berikanlah kesempatan kepadanya untuk mengungkapkan dan meminta apa yang dia inginkan.
44. Sebutkanlah di hadapan anak hal-hal (sikapnya) yang Anda dapat memetik pelajaran darinya.

Memperhatikan Kecenderungan pada Masa Kanak-kanak

45. Berikan kesempatan untuk bermain, bermain dan bermain.
46. Biarkan anak mengungkap dunianya sendiri
47. Bedakan antara kebutuhan dan keinginan anak.
48. Meskipun tidak boleh mengacuhkan perasaan anak, Anda juga tidak boleh terpengaruh oleh tangisannya.
49. Ungkapan perasaan anak bukan bagian dari perilaku yang negatif.
50. Berbicaralah dengan anak sesuai dengan kemampuan akal dan kecerdasannya.
51. Rasa takut yang dirasakan oleh seorang anak kecil terhadap berbagai hal biasanya dirasakannya seperti sungguhan.

Memperhatikan dan Menjawab dengan Baik Pertanyaan yang Dilontarkan Anak

52. Banyaknya pertanyaan yang dilontarkan oleh anak adalah kesempatan bagi Anda untuk mengenal anak Anda dan mengetahui sejauh mana tingkat kecerdasannya.
53. Berikanlah jawaban yang sederhana atas permintaan penjelasan mengenai sesuatu yang dilontarkan oleh anak.
54. Jangan menganggap remeh naluri anak dan pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkannya, bagaimanapun bentuknya.

Menyikapi Kesalahan Si Kecil

55. Jika anak melakukan kesalahan, maka berusahalah untuk memberikan hukuman yang sesuai dengan perbuatan yang dilakukannya.
56. Jika anak mengucapkan kata-kata yang buruk (kotor), maka hindarilah menampakkan sikap emosi (marah) kepadanya.
57. Bagaimana jika anak bersikap pura-pura tidak tahu (acuh) atas perintah yang Anda berikan?
58. Berikanlah hukuman kepada Anak secara bertahap.
59. Perhatikanlah anak Anda pada saat dia sedang tidur.

Memberikan Pujian dan Motivasi

60. Berikanlah pujian kepada anak.
61. Berusahalah untuk selalu memberikan motivasi kepada anak.

Mengikuti Pertumbuhan Kemampuan Anak

62. Ajaklah anak berdiskusi.
63. Berusahalah untuk selalu menceritakan kisah-kisah menarik kepadanya.
64. Berusahalah untuk selalu meningkatkan kemampuan dan kecenderungan (hobi) yang bermanfaat pada diri anak.

Menarik Hati Anak

65. Sering-seringlah memeluk anak dan membuatnya merasakan kasih sayang Anda.
66. Buatlah anak selalu gembira dan senang.
67. Cintailah anak dan janganlah mengekangnya.
68. Tulislah kata-kata cinta, motivasi dan sesuatu yang menggembirakan untuk anak pada sebuah kertas.
69. Buatlah kata sandi atau tanda tertentu yang menunjukkan rasa cinta Anda kepada anak.
70. Saudariku, ketika anak meminta Anda untuk berbicara dengannya, maka janganlah Anda berbicara kepadanya, sedangkan Anda sibuk mengerjakan hal lain.
71. Bergabunglah bersama anak dalam bermain.
72. Berikan komentar atas apa yang dikatakan oleh anak dengan cepat, tanpa harus menyela pembicaraannya.
73. Berusahalah agar perbuatan Anda sesuai dengan yang Anda ucapkan.
74. Pada saat anak berbicara kepada Anda secara serius mengenai suatu pembicaraan tertentu, sedangkan Anda tidak dapat menangkap dan memahami pemikirannya secara jelas, maka ungkapkanlah hak itu kepada anak.
75. Carilah tahu jadwal pelajaran anak, nama-nama guru dan teman-temannya.
76. Berikanlah kesempatan kepada anak untuk dapat berjalan-jalan dan berusahalah untuk mengalah saat terjadi perselisihan dengannya.
77. Luangkanlah sebagian waktu Anda bersama anak-anak, masing-masing sesuai dengan porsi yang semestinya.
78. Saudariku, berikanlah waktu selama lima menit saja setiap hari untuk anak Anda, tidak lebih.

Terapkan Ide-ide Berupa Amaliyah (Praktik)

79. Lakukan pengajaran di rumah.
80. Buatlah perpustakaan rumah.
81. Adakan perlombaan-perlombaan.
82. Tanamkan pada diri anak kecintaan untuk menelaah dan menyimpulkan sesuatu.
83. Buatlah majalah keluarga.
84. Ajari anak membelanjakan dan mengatur keuangannya.
85. Ajarkan kerapian (kemampuan mengatur) kepada anak.
86. Adakan perlombaan kamar terapi atau terindah.
87. Pasang papan tulis.
88. Letakkan sebuah tong (drum).
89. Mintalah untuk membuat ringkasan khutbah Jum’at.
90. Kenalilah kecenderungan dan hobi anak.
91. Adakan drama di rumah.
92. Adakanlah perayaan atas keberhasilan anak yang berhasil dicapai pada setiap harinya.

Perhatikan Ibadah Sholat Anak

93. Anak yang mendekati usia tujuh tahun.
94. anak yang masih kecil biasanya masih harus diingatkan dalam melaksanakan sholat pada saat waktu sholat telah tiba.
95. Berikan jam weker.
96. Saudariku, awasilah perkembangan anak selama lima tahun.

Pesan untuk Wanita Mulia

97. Luangkanlah waktu untuk diri Anda sendiri agar kondisi kejiwaan (pikiran) Anda tetap stabil.
98. Berusahalah untuk terus meningkatkan kemampuan diri Anda.
99. Hindarilah perselisihan suami istri di hadapan anak yang masih kecil.
100. Berdo’alah. (misalnya dengan do’a yang terdapat di QS. Ibrohim [14]: 35, 40)

Advertisements

2 thoughts on “100 Ide Cemerlang dalam Mendidik Anak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s