Mereka berkata, “Dia tak ada canda dan tawa.”
“Dia hanya diam seribu bahasa.”
“Dia dingin, sedingin es di kutub utara.”
Ah, tidak juga.
Aku selalu tersenyum.
Senyum yang mengguratkan rasa syukur.
Ah, tidak sebegitunya.
Aku selalu ceria.
Keceriaan yang datang dari cerahnya rasa hati dan jiwa.
Aku hanya ingin terus belajar.
Menjadi manusia yang mengisi hari-harinya dengan kesyukuran.
Menjadi manusia yang mengisi hari-harinya dengan keceriaan.
Menjadi manusia yang mengisi hari-harinya dengan kemuliaan.
Di hadapan Robb semesta alam.
(Abu Muhammad)